This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

NUPTK JAWA TIMUR

nuptk

Data Nomor Unik Tenaga Kependidikan (NUPTK) 38 kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur, Update data bulan April 2010. Berikut saya sajikan dasar hukum dan Data NUPTK, dan data tersebut dapat anda download pada tabel berikut ini sesuai dengan kabupaten/kota masing-masing.

 

DASAR HUKUM YANG MALANDASI PELAKSAAN PENDATAAN PTK UNTUK MEMBENTUK NUPTK

  1. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945: Pembukaan pada alinea 4, dan pada Bab XII Pendidikan, pasal 31, ayat (1) dan (2)
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab XI Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pasal 30 sampai pasal 44
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerinta Daerah
  4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintan Daerah
  5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Program Jangka Menengah Kementrian Negara Republik Indonesia
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidk dan Tenaga Kependidikan

Catatan : Sehubungan dengan tidak berfungsinnya link download dari masing-masing data NUPTK kabupaten/kota pada tabel di bawah ini, maka untuk mengakses data NUPTK yang sesuai dengan update terkini saya sarankan menggunakan sofware NUPTK WEB BROWSER. Untuk mendownload sofware tersebut klik di sini

 

DATA NUPTK KABUPATEN/KOTA SEPROVINSI JAWA TIMUR PER-APRIL 2010

 

NO

KABUPATEN /KOTA

LINK DOWNLOAD

1.

KAB. BANGKALAN Klik di sini NUPTK Kab. Bangkalan

2.

KAB. BANYUWANGI Klik di sini NUPTK Kab. Banyuwangi

3.

KAB. BLITAR Klik di sini NUPTK Kab. Blitar

4.

KOTA BLITAR Klik di sini NUPTK Kota Blitar

5.

KAB. BOJONEGORO Klik di sini NUPTK Kab. Bojonegoro

6.

KAB. BONDOWOSO Klik di sini NUPTK Kab. Bondowoso

7.

KAB. GRESIK Klik di sini NUPTK Kab. Gresik

8.

KAB. JEMBER Klik di sini NUPTK Kab. Jember

9.

KAB. JOMBANG

Klik di sini NUPTK Kab. Jombang

10.

KAB. KEDIRI Klik di sini NUPTK Kab. Kediri

11.

KAB. LAMONGAN Klik di sini NUPTK Kab. Lamongan

12.

KAB. LUMAJANG Klik di sini NUPTK Kab. Lumajang

13.

KAB. MADIUN Klik di sini NUPTK Kab. Madiun

14.

KOTA MADIUN Klik di sini NUPTK Kota Madiun

15.

KAB. MAGETAN Klik di sini NUPTK Kota Magetan

16.

KAB. MALANG Klik di sini NUPTK Kab. Malang

17.

KOTA MALANG Klik di sini NUPTK Kota Malang

18.

KAB. MOJOKERTO Klik di sini NUPTK Kab. Mojokerto

19.

KOTA MOJOKERTO Klik di sini NUPTK Kota Mojokerto

20.

KAB. NGANJUK Klik di sini NUPTK Kab. Nganjuk

21.

KAB. NGAWI Klik di sini NUPTK Kab. Ngawi

22.

KAB. PACITAN Klik di sini NUPTK Kab. Pacitan

23.

KAB. PAMEKASAN Klik di sini NUPTK Kab. Pamekasan

24.

KAB. PASURUAN Klik di sini NUPTK Kab. Pasuruan

25.

KOTA PASURUAN Klik di sini NUPTK Kota Pasuruan

26.

KAB. PONOROGO Klik di sini NUPTK Kab. Ponorogo

27.

KAB. PROBOLINGGO Klik di sini NUPTK Kab. Probolinggo

28.

KOTA PROBOLINGGO Klik di sini NUPTK Kota Probolinggo

29.

KAB. SAMPANG

Klik di sini NUPTK Kab. Sampang

30.

KAB. SIDOARJO Klik di sini NUPTK Kab. Sidoarjo

31.

KAB. SITUBONDO Klik di sini NUPTK Kab. Situbondo

32.

KAB. SUMENEP Klik di sini NUPTK Kab. Sumenep

33.

KAB. TRENGGALEK Klik di sini NUPTK Kab. Trenggalek

34.

KAB. TUBAN Klik di sini NUPTK Kab. Tuban

35.

KAB. TULUNGAGUNG Klik di sini NUPTK Kab. Tulungagung

36.

KOTA BATU Klik di sini NUPTK Kota Batu

37.

KOTA SURABAYA Klik di sini NUPTK Kota Surabaya

38.

KOTA KEDIRI Klik di sini NUPTK Kota Kediri

Sumber : http://www.nuptk.info

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

          Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Aronson. dkk di Universitas Texas. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Ibrahim, 2000).

          Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4–6 orang secara heterogen dan bekerja sama, saling bergantung positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pembelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.

 

Kelemahan dah kelebihan Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw (Anonim)

Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

  1. Memerlukan persiapan yang lebih lama dan lebih kompleks misalnya seperti penyusunan kelompok asal dan kelompok ahli yang tempat duduknya nanti akan berpindah.
  2. Memerlukan dana yang lebih besar untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran.

Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

  1. Memberikan kesempatan yang lebih besar kepada guru dan siswa dalam memberikan dan menerima materi pelajaran yang sedang disampaikan.
  2. Guru dapat memberikan seluruh kreativitas kemampuan mengajar.
  3. Siswa dapat lebih komunikatif dalam menyampaikan kesulitan yang dihadapi dalam mempelajari materi
  4. Siswa dapat lebih termotivasi untuk mendukung dan menunjukkan minat terhadap apa yang dipelajari teman satu timnya.

Dafar pustaka :

Ibrahim, M., Fida R., Nur, M. dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif.Surabaya: Unesa Press.