Banjir di Ngopak Pasuruan

Kecamatan Rejoso terletak di jalur pantura (pantai utara) Pasuruan-Probolinggo, terletak di kilometer 7 timur Kota Madya Pasuruan. Topografi dataran rendah yang ketinggiannya kurang lebih 1 meter di atas permukaan laFoto014ut dan sangat dekat dengan daerah pantai. Daerah ini merupakan jalur padat kendaraan dari Malang & Surabaya menuju Problolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Banyuangi, Provinsi Bali demikian juga sebaliknya. Kondisi jalan Pasuruan-Probolinggo hanya dua lajur sehingga sering terjadi macet, karena kondisi jalan yang demikian sudah tidak memadai dengan jumlah kendaraan yang begitu tinggi, perlu dicarikan alternatif pemecahannya, antara lain pelebaran jalan dari dua lajur menjadi 4 lajur atau dibangun jalan tol Gempol-Probolinggo. Hal lain yang lebih memperparah kondisi jalan jalur Pasuruan-Probolinggo adalah sering terjadinya banjir di Jalan raya Rejoso (Rejoso & Foto017Ngopak). Rejoso dan sekitarnya sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Banjir terjadi biasanya pada sekitar bulan Desember, Januari dan Pebruari. Pada hari Rabu, 17 Juni 2009 terjadi banjir yang mengenangi jalan raya Rejoso-Ngopak dan sekitarnya, yang membuat kendaraan dari arah Probolinggo menuju Pasuruan dan sebaliknya. Kemacetan kedaraan mencapai lebih 10 km. Banjir tersebut diakibatkan oleh hujan yang turun sangat lebat pada malam harinya di Rejoso & sekitarnya serta terjadi hujan yang lebat di daerah hulu (Kec. Winongan, Garti & Lumbang) serta seputar Kecamatan Rejosos dan terjadinya air laut yang pasanFoto015g sehingga menghambat aliran air sungai menuju ke laut, kemudian terjadilah banjir. Ketinggian air saat terjadi banjir di jalan raya 1 – 1,5 meter, sehingga kendaraan kesulitan untuk melintasinya. Salah satu tempat yang sangat parah terkena banjir yaitu SMKN 1 Grati. Pada hari kejadian banjir di gedung SMKN 1 Grati, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan bersama LPMP akan mengadakan Pelatihan Kompetensi Guru Sekolah Dasar yang pada awalnya akan dilaksanakan mulai pikul 7.00 WIB yang dikuti oleh 94 orang guru Sekolah Dasar dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Dengan kondisi SMKN 1 Grati masih tergenang air cukup tinggi, peserta yang akan menuju ke tempat pelatihan terjebak banjir daFoto012n sampai pukul 10.30 WIB belum data berita jadi tidaknya cara tersebut. Kemudian setelah mendekati pukul sebelas ada pembritahuan bahwa Pelatihan tempat pelaksanannya dipindah ke SMA 1 Grati dan baru di mulai pada pukul 11.00 WIB.

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa Banjir di Rejoso masih terjadi pada bulan Juni yang sehrusnya pada Bulan April sudah memasuki musim kemarau? Jawabanya adalah terjadi perubahan iklim yang diakibatkan karena Pemanasan Global (Global Warmning) yang diakibatkan karena adanya Efek Rumah kaca yang mengakibatkan bocornya lapsan ozon. Berikut situasi jalan raya Ngopak saat tejadi Banjir.


By: Azis guru SDN Andonosari 4 Kec. Tutur Pasuruan

 

Bookmark and Share