This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HAM DI MATA ISLAM DAN KRISTEN

1. Hak asasi Manusia dalam Islam

Dalam lingkungan Islam sendiri ada beberapa lapis tentang bagaimana mereka ( umat Islam) memandang hak asasi manusia. HAM di Indonesia di mana segmen masyarakatnya mayoritas Islam dan sebagian besar mengacu pada pesantren, maka haruslah lebih dimengerti. Di kalangan pesantren terdapat dua konsep hak, yakni hak insan dan hak Allah di mana setiap hak itu saling melandasi satu sama lain. Hak Allah melandasi hak manusia, demikian juga sebaliknya. Dalam aplikasinya, tidak ada satu pun yang terlepas dari kedua hak tersebut. Sebagai misal, dalam hak Allah, seperti shalat, manusia tidak perlu campur tangan utuk memaksakan seseorang mau shalat atau tidak. Karena shalat merupakan hak Allah, dan merupakan urusan pribadi yang bersangkutan dengan Allah. Dalam hak manusia seperti hak kepemilikan, setiap manusia berhak untuk mengelola harta yang dimilikinya.

Yang juga dipahami lingkungan pesantren, bahwa Hak Asasi Manusia ada 5 prinsip, yaitu :

1. Hak perlindungan terhadap jiwa atau hak hidup.

Perlindungan terhadap jiwa merupakan hak yang tidak bisa ditawar. Penerjemahan yang paling elementer hak-hak hidup ini dituangkan dalam sistem hukum, yang salah satunya adalah hukum Qisas. Karena kehidupan merupakan sesuatu hal yang sangat penting yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun, maka baran siapa yang secara sengaja melanggar kehidupan orang, dia harus dihukum setimpal supaya orang itu tidak melakukan hal yang sama di tempat lain.

2. Perlindungan keyakinan.

Perlindungan keyakinan adalah salah satu perlindungan terhadap hak asasi manusia untuk memeluk suatu keyakinan. Oleh karena itu tidak diperbolehkan adanya paksaan dalam memeluk suatu agama.

3. Hak Perlindungan terhadap akal pikiran.

Hak perlindungan terhadap akal pikiran ini diterjemahkan dalam perangkat hukum yang sangat elementer yakni tentang haramnya makan atau minum hal-hal yang bisa merusak kesadaran pikiran. Dari penjabaran yang elementer tersebut bisa ditarik lebih jauh, yakni perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.

4. Perlindungan terhadap hak milik.

Perlindungan ini diterjemahkan dalam hukum tentang keharaman mencuri dan hukuman yang kerasterhadap pencurian hak milik tersebut. Kalau diterjemahkan lebih jauh hak ini dapat diartikan sebagai hak bekerja atau memperoleh pendapatan yang layak dan seterusnya.

5. Hak berkeluarga atau memperoleh keturunan dan mempertahankan nama baik.

Hak mempertahankan nama baik ini diterjemahkan dalam hukum figh yang begitu keras terhadap orang yang melakukan tindakan perbuatan zina. Orang yang menuduh seseorang melakukan perbuatan zina haruslah bisa membuktikan tuduhan tersbut dengan bukti 4 orang saksi.

2.Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Kristen

Setelah Perang dunia ke II, Theologi Kristiani memberikan perhatian eksplisit terhadap HAM. Nilai Kemanusian yang telah yang telah dilecehkan dalam perang besar telah menyadarkan bahwa sejarah manusiawi diancam secara nyata oleh katas trofi mondial. Selalau ada kemungkinan korban yang besar yang harus dibayar oleh manusia dan peradaban. Sehingga muncul suatu keyakinan baru yang katanya agamawan untuk mengolah dan merefleksikan suatua agenda untuk mencegah pelanggaran HAM di seluruh pelosok bumi. Di negara-negara berkembang juga muncul persoalan HAM yang lebih akut dan mengancam martabat manusia. Praktek pelanggaran HAM pada individu maupun sekelompok orang telah mencuatkan persoalan setempat. Penyiksaan pembunuhan, penggusuran, pemerkosaan, pembungkaman, dan lain sebagainya telah menjadi agenda nasional dan juga internasional.

Sejarah masyarakat dan gereja di barat telah mengukir sebuah pengalaman yang panjang dan kemelut HAM. Kesadaran tentang HAM, dalam perspektif sejarah diraih dengan suatu pergulatan intelektual yang mendalam dan melalui kancah konfik yang tajam, penuh kekerasan dan berlarut-larut. Antropologi Theologis yang berkembang di barat telah memberi dasar pijak tumbuhnya gagasan tentang HAM.

Dianamika munculnya kesadaran mengenai HAM dikalangan Gereja Barat, baik Katolik maupun Protestan merupakan bukti yang dominan sekalipun bukan merupakan bukti satu-satunya bagi kewaspadaan dan kepedulian agama tentang HAM. Ketika gereja lebih terbuka kepada masyarakat, maka kesadaran rohaninya dipulihkan dan mampu melihat pentingnya upaya untuk menegakkan HAM. Gereja ternyata tidak berada dalam posisi untuk melakukan tuntunan terhadap agama lain, untuk mengikuti jejak agama Kristen, seolah-olah jalan Barat merupakan satu-satunya ekspresi yang paling sah dan paling unversal tentang kepedulian mereka terhadap nasib manusia secara keseluruhan.

Thomas Aquinas merupakan seorang tokoh sejarah yang memberikan suatu sintesa pemikiran tentang kodrat dan kehendak Illahi dan memberi kepastian terhadap kebebasan manusia.

Perdebatan intelektual antara konsepsi Agustinus dan Palagius mewarnai diskusi tentang manusia di tengah pemikiran Eropa. Tema yang menjadi pokok utama perdebatan Theologis di kalangan para gerejawi di barat abad ke IV muncul kembali dengan sengit di masa reformasi di awal abad ke XVI. Dua belas abad pertengkaran tentang siapa manusia dalam kerangka kebebasannya dan dalam bingkai kebebasan yang diberikan oleh gereja belum bisa diterima oleh banyak pemikir gerjawi di barat.

Pengajuan terhadap HAM banyak ditentukan oleh kepercayaan agama apakah agama mempercai manusia atau tidak. Kekurang percayaan terhadap kemampuan manusia untuk berbuat dan bertindak baik, akan memberikan penghargaan yang memadai terhadap HAM



Bookmark and Share

JARAN KEPANG

Doger/Seni Jaran kepang atau kuda lumping merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Jaran kepang seni yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Jawa termasuk di dalamya
Suku Tengger. Masyarakat Jawa memberi nama seni jaranan tersebut dengan jaran kepang, jatilan dan bagi masyrakat Nongkojajar dikenal dengan nama DOGER. Meskipun dengan nama berbeda tarian dan atribut yang digunakan pakaian, gamelan, serta yang khas kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu yang ditunggangi oleh penari-penari jaran kepang tersebut.Seni Jaran kepang sangat kental dengan suasana mistis, di mana sebelum pertunjukan jaran kepang di mulai seseorang membakar dupa untuk mengundang makhluk halus agar nantinya merasuki tubuh beberapa orang penari sehingga tak sadarkan diri dengan apa yang mereka lakukan. Misalnya makan bara api, makan bunga, makan pecahan kaca/beling, kejadian kerasukan roh halus ini masyrakat Nongkojajar memberi istilah NDADI, artinya menjadi. Pertunjukan Seni Jaran kepang ini biasanya digelar pada waktu ada hajatan sunatan atau pernikahan, acara hari besar nasional misanya Peringatan Hari Kemerdekaan. Untuk memberikan gambaran tentang seni jaran kepang atau DOGER posting ini saya sertakan cuplikan pagelaran Seni Jaran kepang di Desa Pungging Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Jawa Timur di salah satu hajatan Warga Desa Pungging. Jaran Kepang tersebut organisasinya bernama Langgeng Budoyo Pungging, pimpinan Bapak Riyamun warga desa Pungging Kec. Tutur Pasuruan.

 

 

 


Bookmark and Share

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Contoh RPP PKn SD

 

Unit Kerja

:

SDN Pungging Kabupaten Pasuruan

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Kwarganegaraan

Kelas

:

V (lima)

Waktu

:

2 x 35 menit (1 x pertemuan)

Pertemuan

:

Kedua

 

1. Standar Kompetensi :

1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

2. Kompetensi Dasar.

1.2 Menunjukkan contoh-contoh prilaku dalam menjaga Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

3. Indikator.

3.1 Mengidentifikasi hak-hak yang diakui sebagai hak asasi manusia.

3.2 Menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI.

 

4. Pengembangan Indikator

4.1 Siswa mengetahui hak-hak yang diakui sebagai Hak Asasi Manusia.

4.2 Siswa menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI.

4.3 Mengetahui hak yang diakui sebagai HAM dalam menjaga keutuhan NKRI.

 

5. Hasil Belajar.

5.1 Menerapkan perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI.

5.2 Mengetahui hak-hak yang diakui sebagai HAM.

 

6. Pendekatan dan metode pembelajaran

1. Pendekatan konstektual

2. Pendekatan kooperatif learning

3. Tanya jawab

4. penugasan

 

 

7. Langkah-Langkah Pembelajaran.

6.1 Kegiatan Awal.

a. Sebagai kegiatan Apersepsi guru bertanya kepada siswa tentang hal-hal yang terkait pembelajaran misalnya :

- Setiap manusia hidup di dunia mempunyai hak-hak untuk mempertahankan hidupnya. Hak apa saja yang dibutuhkan manusia dalam hidupnya.

- Pernahkah anak-anak mendengar kepanjangan HAM?

 

6.2 Kegiatan Inti.

a. Guru mengaitkan jawaban siswa dengan materi pembelajaran sekaligus memberi penjelasan singkat tentang contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI yang berkaitan dengan HAM.

b. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 – 4 orang.

c. Tiap kelompok diberi lembar kegiatan siswa.

d. Dengan bimbingan guru siswa berdiskusi kelompok, menyelesaikan lembar kegiatan siswa.

e. Tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya dan ditanggapi siswa yang lain dalam diskusi klasikal.

f. Dengan bimbingan guru siswa membahas hasil diskusi.

g. Secara individu siswa menyelesaikan soal-soal evaluasi.

h. Sebagai respon guru membacakan dua atau tiga hasil pekerjaan siswa sambil diadakan perbaikan.

 

6.3 Kegiatan Akhir.

a. Menyimpulkan hasil diskusi.

b. Tindak Lanjut.

 

 

7. Alat Bahan dan Sumber.

7.1. Alat.

- Gambar budaya antri, saling menghormati, pelanggaran lalu lintas.

 

7.2. Bahan.

a. Materi tentang contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI, yang berkaitan dengan sejarah HAM dan UUD 1945.

b. Lembar kerja siswa untuk diskusi kelompok.

7.3 Sumber.

a. KTSP 2006

b. HAM penerbit Universitas Terbuka.

c. PKn SD kelas V, Departemen Pendidikan Nasional.

 

8. Penilaian.

8.1. Penilaian proses dilaksanakan pada saat siswa berdiskusi kelompok melaporkan hasil diskusi dan dalam diskusi klasikal.

8.2. Penilaian hasil diperoleh dari diskusi kelompok dan jawaban siswa secara individu.

8.3. Soal evaluasi :

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Apakah yang dimaksud dengan hak asasi manusia (HAM)?

2. Sebutkan hak-hak yang diakui sebagai hak asasi manusia?

 

9. Lembar Kegiatan Siswa.

Kerjakan soal di bawah ini dengan diskusi kelompok!

Berilah contoh-contoh prilaku yang menunjukkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI !

 

10. Lampiran Materi

SEJARAH PERKEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA

Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada manusia secara kodrati. Pengakuan hak asasi manusia lahir dari keyakinan dari keyakinan bahwa semua umat manusia dilahirkan bebas dan memiliki martabat dan hak-hak yang sama. Umat manusia pun dikaruniai akal dan hati nurani, sehingga harus memperlakukan satu sama lain secara baik dan beradab dalam suasana persaudaraan.

Sejumlah hak yang diakui sebagai hak asasi manusia antara lain: hak atas hidup, kebebasan dan keamanan. Hak-hak tadi dimiliki oleh setiap orang. Tanpa memandang perbedaan ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, bahasa, pendapat politik, asal kebangsaan atau sosial, harta, kelahiran, atau latar belakang lainnya.

 

Bagaimana Cara Menjaga Keutuhan Indonesia?

Pada masa penjajahan, para pahlawan membela dan menjaga keutuhan Indonesia dengan berjuang. Cara berjuangnya bermacam-macam. Ada yang maju berlaga di medan pertempuran. Ada pula yang berjuang lewat pergerakan. Mereka berjuang dengan pikiran, tulisan-tulisan, dan ilmu pengetahuan. Pada masa perjuangan kemerdekaan, dua cara memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini sama-sama tinggi nilainya. Saat ini Indonesia tidak lagi dijajah oleh bangsa asing. Oleh karena itu, kita tidak perlu lagi berperang melawan para penjajah. Meski demikian, tugas kita tidak lebih ringan. Sebab, menjaga kemerdekaan justru lebih berat daripada merebutnya. Bukan penjajah yang akan mengancam keutuhan negara kita. Namun, sangat mungkin diri kita sendiri, putra-putri Indonesia ini. Mungkinkah itu? Sangat mungkin, jika kita tidak berlaku sebagaimana mestinya sebagai bangsa Indonesia. Jika kita salah mengurus negara ini, tidak mustahil kitalah sendiri yang akan menghancurkan negara tercinta ini. Berikut adalah cara-cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

 

a. Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia

Dulu para pahlawan berperang dan berunding dengan penjajah. Mereka berunding untuk menentukan batas-batas wilayah Indonesia. Hasilnya adalah wilayah Indonesia seperti tergambar pada peta Indonesia saat ini. Wilayah itu tentu tidak hanya berupa wilayah semata, namun meliputi semua kekayaan yang ada di dalamnya. Misalnya penduduk, tumbuh-tumbuhan, hewan, serta kekayaan mineral seperti minyak bumi, emas, batu bara, dan lain-lain.

Wilayah dan segenap kekayaan haruslah kita pertahankan dan kita jaga. Sebab di situlah letak kedaulatan Negara kita. Kita tidak boleh membiarkannya diambil atau dirampas bangsa asing atau orang perorangan. Tugas menjaga semua ini memang diserahkan kepada Negara. Namun sebagai warga Negara, kita juga harus turut menjaganya.

 

b. Saling menghormati perbedaan

Indonesia berdiri di atas perbedaan. Perbedaan tersebut meliputi agama, suku, adat istiadat, bahasa daerah dan warna kulit. Semua perbedaan itulah yang jalin-menjalin membangun Indonesia seutuhnya. Agar keutuhan Indonesia tetap terjaga, kita harus menganggap perbedaan itu sebagai anugerah. Kita harus mensyukuri perbedaan yang ada. Cara menjaga perbedaan-perbedaan itu dengan saling menghormati teman yang berbeda agama suku, adat istiadat, bahasa daerah dan warna kulit. Dengan demikian , kita turut menjaga keutuhan negara Indonesia.

 

c. Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan

Bangsa Indonesia memiliki banyak perbedaan. Akan tetapi, bangsa Indonesia juga memiliki banyak persamaan. Dalam naskah Sumpah Pemuda, kita telah mengikrarkan bahwa kita adalah satu bangsa, bangsa Indonesia. Kita mengakui bahwa kita satu tumpah darah, tumpah darah Indonesia. Kita juga mengakui bahwa kita menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Itulah tiga persamaan pokok yang dimiliki bangsa Indonesia. Selain itu, kita juga memiliki Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sang Saka Merah Putih. Semua itu adalah lambang pemersatu bangsa. Agar keutuhan Indonesia terjaga, kesamaan tersebut haruslah tetap dijaga dan dipertahankan. Persamaan tersebut semestinya dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kebersamaan antara sesama bangsa Indonesia haruslah terus dilestarikan.

 

d. Menaati peraturan

Salah satu cara menjaga keutuhan Indonesia adalah dengan menaati peraturan. Mengapa demikian? Peraturan dibuat untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuannya agar Indonesia menjadi lebih baik. Melalui peraturan, Indonesia akan selamat dari kekacauan.

Taat kepada undang-undang dan peraturan berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Peraturan berlaku baik untuk presiden maupun rakyat biasa, baik tua maupun muda, baik yang kaya maupun yang miskin, baik laki-laki maupun perempuan.

Presiden juga harus manaati undang-undang dalam mengatur Negara. Presiden menaati undang-undang agar dapat melayani rakyat sebaik mungkin. Rakyat harus membantu pelaksanaan program yang dicanangkan pemerintah. Para wajib pajak harus membayar pajak. Para guru harus menaati undang-undang dengan bersungguh-sungguh mendidik murid-muridnya. Sebaliknya, murid-murid menaati tata tertib sekolah agar menjadi murid yang baik. Dengan menaati peraturan, keberhasilan dalam belajar pun bias diraih. Jika semuanya bertindak sesuai dengan undang-undang, niscaya Indonesia akan jaya untuk selama-lamanya.

 

RPP ini dibuat untuk memenuhi salah tugas Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran PKn SD di S1 PGSD Universitas Negeri Malang Program Kerjasama dengan Pemkab. Pasuruan Tahun 2009.

 

Oleh : ABDUL AZIS, dkk.