This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Model Pembelajaran Pakem

Pakem dalam arti suatu model pembelajaran adalah Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan. Dalam kegiatan pembelajaran dengan model Pakem siswa dapat belajar dengan menyenangkan. Model pembelajaran Pekem terdapat empat unsur di dalamnya antara lain :

1. Aktif.

Belajar merupakan suatu proses aktif dalam membangun makna/pemahaman dari informasi & pengalaman oleh si pembelajar.

2. Kreatif.

Proses pembelajaran harus dapat menumbuhkan sikap kreatif pada diri anak. Anak dilahirkan memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi.

4 Efektif.

Pembelajaran dilaksanakan memiliki tujuan yang harus dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu faktor yang menentukan adalah model pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran yang efektif untuk pembelajaran yang dilaksanakan dapat menunjang kelanjutan pembelajaran berikutnya.

4. Menyenangkan.

Situasi yang menyenangkan dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa untuk memperhatikan pembelajaran, senang untuk belajar sehingga dapat meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran. Menyenangkan juga dapat memotivasi seseorang untuk mau belajar di luar bangku sekolah dengan kata lain senang belajar seumur hidup.



Pembelajaran yang menggunakan model pembelajarn Pakem dapat kita lihat dari dua sisi, yaitu :


1. Dari sisi guru dalam pembelajaran :

a. Aktif, guru aktif :

- Memantau kegiatan belajar siswa.

- Memberi umpan balik

- Mengajukan pertanyaan yang menyenangkan

- Mempertanyakan gagasan siswa.

b. Kreatif, guru :

- Mengembangkan kegiatan yang beragam.

- Membuat alat bantu belajar sederhana.

c. Efektif, pembelajaran :

- Mencapai tujuan pembelajaran.

d. Menyenangkan, pembelajaran :

- Tidak membuat anak takut.

- Takut salah

- Takut ditertawakan

Takut dianggap spele.


2. Dari sisi siswa dalam pembelajaran :

a. Aktif, siswa aktif :

- Bertanya.

- Mengemukakan gagasan.

- Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya.

b. Kreatif, siswa :

- Merancang/memuat sesuatu .

- Menulis/mengarang

c. Efektif, siswa :

- Menguasai ketrampilan yang diperlukan.

d. Menyenangkan, Pembelajaran :

- Membuat anak :

Berani membuat/mencoba

Berani bertanya

Berani mengemukan pendapat/gagasan

Berani mempertanyakan gagasan orang lain.


By : Abdul Azis
Guru SDN Andonosari 4 Kec.Tutur Kab. Pasuruan.


Bookmark and Share

Dana Alokasi Khusus Tahun 2009

Pendidikan di Indonesia masih memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang memedai. Sering kali kita mendengar berita sekolah ambruk dan rusak gedungnya, sehingga sangat mengganggu pembelajaran di sekolah tersebut. Dan beberapa kali kita juga mendengar berita bahwa ada gedung sekolah yang digusur kerena status kepemilikan tanahnya tidak jelas. Hal ini menambah betapa bobroknya kondisi pendidikan di Indonesia.

Di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Susilo Bambang Yudoyono, pendidikan di Indonesia cukup mendapatkan perhatian. Hal ini dapat kita lihat dengan dinaikkannya anggaran pendidikan menjadi 20% dari jumlah anggaran belanja negara. Salah satu wujud perhatian pemerintah tersebut dengan adanya Program Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah program pemerintah yang dirujukan untuk perbaikan gedung sekolah, mck, rumah dinas guru, dan pengadaan sarana pendidikan antara lain komputer, mebelair, buku perpustakaan, serta media pembelajaran.

Besarnya dana DAK untuk tahun anggaran 2007 dan 2008 tiap lembaga sekolah dasar (SD) Rp. 250.000.000,- yang dikelola sendiri oleh sekolah penerima DAK, yakni pihak sekolah bekerja sama dengan komite sekolah. Dengan diserahkannya dana serta proses pelaksanaan pembangunan gedung ini sebenarnay sangat menguntungkan. Mengapa menguntungkan? Karena sekolah bersama komite sekolah dapat merencanakan sendiri, sekolah dapat membeli bahan bangunan yang akan digunakan dengan kualitas yang baik serta dapat mengadakan pengawasan secara langsung.

Terkadang ada suatu sekolah yang kesulitan merealisasikan pembangunan sekolah tersebut karena tidak terbiasa melaksanakan suatu proyek yang dibatasi oleh biaya dan waktu. Realita yang muncul di lapangan antara lain dana tidak sesuai dengan kebutuhan karena naiknya bahan-bahan bangunan sehingga mengabaikan kualitas terutama untuk tahun anggaran 2008 karena naiknya harga yang dipnagruhi oleh krisis global alias naiknya nilai dolar terhadap rupiah, repot juga dalam pelaporan dan terbatasnya waktu.

Untuk Tahun anggaran 2009 di kecamatan Tutur kabupaten Pasuruan ada 17 lembaga SD yang akan mendapat dana DAK atau semacam itu dengan nilai dana yang lebih besar dibandingakan dengan tahun 2008.

Namun demikian DAK adalah salah satu program pemerintah yang cukup bagus untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia.Dengan kondisi banguna yang bagus serta adanya sarana pendidikan yang cukup lengkap, sedikit banyak akan mempengaruhi prestasi belajar siswa bahkan siswa termotivasi untuk belajar.


By : Abdul Azis Guru SDN Andonosari 4
Kec. Tutur Kab. Pasuruan Jatim


Bookmark and Share

Deklarasi Ham PBB 1948

Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) atau Universal Independent of Human Righ dicetuskan pada tanggal 10 Desember 1948. Deklarasi tersebut dilatarbelakangi oleh usainya perang dunia II dan banyaknya negara-negara di Asia dan Afrika merdeka dan bergabung dalam United Nation of Organization ( UNO )atau Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ), yang tujuan awalnya adalah untuk mencegah terjadinya perang dunia kembali. Deklarasi HAM PBB terdiri dari 30 pasal, antara lain sebagai berikut:
 
Pasal 1
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.

 

 Pasal 2

Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di dalam Deklarasi ini dengan tidak ada pengecualian apa pun, seperti pembedaan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pandangan lain, asal-usul kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, kelahiran ataupun kedudukan lain.

Selanjutnya, tidak akan diadakan pembedaan atas dasar kedudukan politik, hukum atau kedudukan internasional dari negara atau daerah dari mana seseorang berasal, baik dari negara yang merdeka, yang berbentuk wilayah-wilayah perwalian, jajahan atau yang berada di bawah batasan kedaulatan yang lain.

 

Pasal 3

Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai individu

 

Pasal 4

Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan; perhambaan dan perdagangan budak dalam bentuk apa pun mesti dilarang.

 

Pasal 5

Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam, diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina.

 

Pasal 6

Setiap orang berhak atas pengakuan di depan hukum sebagai manusia pribadi di mana saja ia berada.

 

Pasal 7

Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi. Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan Deklarasi ini, dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam ini.

 

Pasal 8

Setiap orang berhak atas pemulihan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh undang-undang dasar atau hukum.

 

Pasal 9

Tidak seorang pun boleh ditangkap, ditahan atau dibuang dengan sewenang-wenang.

 

Pasal 10

Setiap orang, dalam persamaan yang penuh, berhak atas peradilan yang adil dan terbuka oleh pengadilan yang bebas dan tidak memihak, dalam menetapkan hak dan kewajiban-kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan kepadanya.

 

Pasal 11

  1. Setiap orang yang dituntut karena disangka melakukan suatu tindak pidana dianggap tidak bersalah, sampai dibuktikan kesalahannya menurut hukum dalam suatu pengadilan yang terbuka, di mana dia memperoleh semua jaminan yang perlukan untuk pembelaannya.
  2. Tidak seorang pun boleh dipersalahkan melakukan tindak pidana karena perbuatan atau kelalaian yang tidak merupakan suatu tindak pidana menurut undang-undang nasional atau internasional, ketika perbuatan tersebut dilakukan. Juga tidak diperkenankan menjatuhkan hukuman yang lebih berat daripada hukum yang seharusnya dikenakan ketika pelanggaran pidana itu dilakukan.

 

Pasal 12

Tidak seorang pun boleh diganggu urusan pribadinya, keluarganya, rumah tangganya atau hubungan surat menyuratnya dengan sewenang-wenang; juga tidak diperkenankan melakukan pelanggaran atas kehormatan dan nama baiknya. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan atau pelanggaran seperti ini.

 

Pasal 13

  1. Setiap orang berhak atas kebebasan bergerak dan berdiam di dalam batas-batas setiap negara.
  2. Setiap orang berhak meninggalkan suatu negeri, termasuk negerinya sendiri, dan berhak kembali ke negerinya.
 

Pasal 14

  1. Setiap orang berhak mencari dan mendapatkan suaka di negeri lain untuk melindungi diri dari pengejaran.
  2. Hak ini tidak berlaku untuk kasus pengejaran yang benar-benar timbul karena kejahatan-kejahatan yang tidak berhubungan dengan politik, atau karena perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pasal 15

  1. Setiap orang berhak atas sesuatu kewarganegaraan.
  2. Tidak seorang pun dengan semena-mena dapat dicabut kewarganegaraannya atau ditolak hanya untuk mengganti kewarganegaraannya.

Pasal 16

  1. Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi kebangsaan, kewarganegaraan atau agama, berhak untuk menikah dan untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian.
  2. Perkawinan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan pilihan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai.
  3. Keluarga adalah kesatuan yang alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapatkan perlindungan dari masyarakat dan Negara.

Pasal 17

  1. Setiap orang berhak memiliki harta, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain.
  2. Tidak seorang pun boleh dirampas harta miliknya dengan semena-mena.

Pasal 18

Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama; dalam hal ini termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dengan kebebasan untuk menyatakan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya, melakukannya, beribadat dan menaatinya, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, di muka umum maupun sendiri.

 

Pasal 19

Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang batas-batas.

Pasal 20

  1. Setiap orang mempunyai hak atas kebebasan berkumpul dan berserikat tanpa kekerasan.
  2. Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk memasuki suatu perkumpulan.

Pasal 21

  1. Setiap orang berhak turut serta dalam pemerintahan negaranya, secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih dengan bebas
  2. Setiap orang berhak atas kesempatan yang sama untuk diangkat dalam jabatan pemerintahan negaranya.
  3. Kehendak rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah; kehendak ini harus dinyatakan dalam pemilihan umum yang dilaksanakan secara berkala dan murni, dengan hak pilih yang bersifat umum dan sederajat, dengan pemungutan suara secara rahasia ataupun dengan prosedur lain yang menjamin kebebasan memberikan suara.

Pasal 22

Setiap orang, sebagai anggota masyarakat, berhak atas jaminan sosial dan berhak akan terlaksananya hak-hak ekonomi, sosial dan budaya yang sangat diperlukan untuk martabat dan pertumbuhan bebas pribadinya, melalui usaha-usaha nasional maupun kerjasama internasional, dan sesuai dengan pengaturan serta sumber daya setiap negara.

Pasal 23

  1. Setiap orang berhak atas pekerjaan, berhak dengan bebas memilih pekerjaan, berhak atas syarat-syarat perburuhan yang adil dan menguntungkan serta berhak atas perlindungan dari pengangguran.
  2. Setiap orang, tanpa diskriminasi, berhak atas pengupahan yang sama untuk pekerjaan yang sama.
  3. Setiap orang yang bekerja berhak atas pengupahan yang adil dan menguntungkan, yang memberikan jaminan kehidupan yang bermartabat baik untuk dirinya sendiri maupun
  4. Setiap orang berhak mendirikan dan memasuki serikat-serikat pekerja untuk melindungi kepentingannya.

Pasal 24

Setiap orang berhak atas istirahat dan liburan, termasuk pembatasan-pembatasan jam kerja yang layak dan hari liburan berkala, dengan tetap menerima upah.

 

Pasal 25

  1. Setiap orang berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya, termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan, dan berhak atas jaminan pada saat menganggur, menderita sakit, cacat, menjadi janda/duda, mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkannya kekurangan nafkah, yang berada di luar kekuasaannya.
  2. Ibu dan anak-anak berhak mendapat perawatan dan bantuan istimewa. Semua anak-anak, baik yang dilahirkan di dalam maupun di luar perkawinan, harus mendapat perlindungan sosial yang sama.

Pasal 26

  1. Setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Pendidikan harus dengan cuma-cuma, setidak-tidaknya untuk tingkatan sekolah rendah dan pendidikan dasar. Pendidikan rendah harus diwajibkan. Pendidikan teknik dan kejuruan secara umum harus terbuka bagi semua orang, dan pendidikan tinggi harus dapat dimasuki dengan cara yang sama oleh semua orang, berdasarkan kepantasan.
  2. Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan pribadi yang seluas-luasnya serta untuk mempertebal penghargaan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar. Pendidikan harus menggalakkan saling pengertian, toleransi dan persahabatan di antara semua bangsa, kelompok ras maupun agama, serta harus memajukan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam memelihara perdamaian.
  3. Orang tua mempunyai hak utama dalam memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka.

Pasal 27

  1. Setiap orang berhak untuk turut serta dalam kehidupan kebudayaan masyarakat dengan bebas, untuk menikmati kesenian, dan untuk turut mengecap kemajuan dan manfaat ilmu pengetahuan.
  2. Setiap orang berhak untuk memperoleh perlindungan atas keuntungan-keuntungan moril maupun material yang diperoleh sebagai hasil karya ilmiah, kesusasteraan atau kesenian yang diciptakannya.

Pasal 28

Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial dan internasional di mana hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Deklarasi ini dapat dilaksanakan sepenuhnya.

 

Pasal 29

  1. Setiap orang mempunyai kewajiban terhadap masyarakat tempat satu-satunya di mana dia dapat mengembangkan kepribadiannya dengan bebas dan penuh.
  2. Dalam menjalankan hak-hak dan kebebasan-kebebasannya, setiap orang harus tunduk hanya pada pembatasan-pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang yang tujuannya semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan yang tepat terhadap hak-hak dan kebebasan-kebebasan orang lain, dan untuk memenuhi syarat-syarat yang adil dalam hal kesusilaan, ketertiban dan kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis.
  3. Hak-hak dan kebebasan-kebebasan ini dengan jalan bagaimana pun sekali-kali tidak boleh dilaksanakan bertentangan dengan tujuan dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pasal 30

Tidak sesuatu pun di dalam Deklarasi ini boleh ditafsirkan memberikan sesuatu Negara, kelompok ataupun seseorang, hak untuk terlibat di dalam kegiatan apa pun, atau melakukan perbuatan yang bertujuan merusak hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang mana pun yang termaktub di dalam Deklarasi ini.

 

 

Daftar Pustaka:

 

Ahmad Samawi, 2008, Pendidikan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Diroktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan nasional.

Deklrasi Universal –HAM PBB http://www.kontras.org

 
 

Bookmark and Share

SDN Pungging wisata ke Jatim Park Batu’

DSCN45140001 DSCN43720001
DSCN43740001 DSCN43750001
DSCN43780001 DSCN43850001
DSCN43790001 DSCN43760001
DSCN44040001 DSCN44170001
DSCN44260001 DSCN43770001
DSCN44310001 DSCN44340001
DSCN44410001 DSCN44510001
DSCN44540001 DSCN44650001
DSCN44690001 DSCN44730001
DSCN44800001 DSCN44990001
DSCN45070001 DSCN45090001
By Azis Guru SDN Andonosari 4 & Anggota Komite Sekolah SDN Pungging Tutur

Siswa Belajar Lingkungan Hidup



Bookmark and Share

SDN Andonosari 4 Ke Jalan-Jalan Bekotong



Bookmark and Share